Ini Alasan Penting Anda Harus Mengikuti Sertifikasi Profesi

Faunda Liswijayanti 08 February 2017 523 view(s)


Foto: Pixabay
 
Memiliki sertifikat profesi atau melakukan standardisasi kompetensi adalah salah satu cara untuk bersaing secara global. Sebab, sertifikat yang diakui internasional berarti membuat  Anda secara ‘resmi’ dianggap memiliki kompetensi standar yang dibutuhkan suatu pekerjaan atau profesi secara internasional.
Beruntung, kini ada beragam cara yang bisa Anda tempuh untuk meningkatkan kemampuan. Mulai dari mengikuti kursus-kursus singkat yang diadakan oleh lembaga pendidikan tinggi dan lembaga resmi lainnya, atau lewat online short course yang diselenggarakan berbagai institusi pendidikan di luar negeri, salah satunya lewat coursera.org, yang mengurasi berbagai program dari ratusan universitas di seluruh dunia.  

Agar sertifikat yang Anda peroleh tidak hanya menjadi selembar kertas, tapi juga diakui secara global, sangat penting untuk memilih lembaga sertifikasi yang tepat dan tepercaya. Jangan malas melakukan background check untuk mengenal institusi yang akan memberikan sertifikat.

Di Indonesia, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi lembaga independen yang bekerja untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja di seluruh sektor profesi yang ada di Indonesia melalui proses sertifikasi. BNSP memberikan lisensi kepada lembaga sertifikasi profesi yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi.

Namun perlu diingat, sertifikasi bukanlah segalanya. “Sertifikasi tanpa praktik dan implementasi tentunya tidak akan efektif. Sertifikasi sering kali berfokus pada ‘tahu dan bisa’, tetapi sering melupakan apakah orang itu juga mau menerapkannya secara efektif,” jelas pakar karier, Fransiska Atmadi dari Management Development Internasional TACK di Jakarta.

Perusahaan juga berperan besar untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang memotivasi karyawan untuk berinisiatif dalam penerapannya. “Salah satunya dengan coaching dari atasan maupun mentor. Tapi, berdasarkan survei global TACK International, 46% responden menyatakan coaching bukanlah praktik yang umum dilakukan dalam organisasi mereka,” tambah Fransiska.

Bagaimanapun, meningkatkan keahlian harus dimulai dengan perubahan pola pikir dan kesadaran akan pentingnya keahlian tersebut. Perkembangan kompetensi perlu diukur secara berkala sehingga dapat dipantau kemajuan dan area pengembangan lanjutannya. Sertifikat profesi, Fransiska menambahkan, juga perlu diperbarui secara berjangka agar kompetensi Anda tetap terukur dan relevan. Anda juga perlu jeli memilih mana yang dapat mengembangkan keahlian bukan secara sesaat, tetapi untuk jangka panjang untuk dampak berkelanjutan. (f)
 
Baca juga:
5 Cara Negosiasi Beban Kerja pada Atasan
Galau Ingin Berganti Bidang Karier
Lakukan 5 Hal Ini Saat Terjebak Perang di Kantor
3 Trik Meraih Pekerjaan Baru Lewat Headhunter